Senin, 09 November 2015

Cara Mengetahui Dioda Rusak dengan mudah

Cara Mengetahui Dioda Rusak dengan mudah

Dioda merupakan salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah arus listrik. Umumnya dioda banyak dipasang pada rangkaian elektronik untuk menyearahkan tegangan AC menjadi DC. Dioda sendiri banyak sekali jenis dan macam-macamnya, seperti dioda penyearah, zener, LED (Light Emitting Diode), Dioda Foto dan lain sebagainya. Untuk lebih lengkap silahkan baca postingan sebelumnya mengenai komponen elektronika, simbol dan fungsinya.
Dioda juga merupakan komponen aktif yang terdiri dari 2 buah elektroda yaitu Anoda dan Katoda. Untuk mengetahui Dioda rusak atau tidak caranya adalah sebagai berikut:
Lihat secara Fisik
Jika ada dioda dalam sebuah rangkaian yang kelihatan mencurigakan seperti hangus, gosong atau pecah. Bisa jadi Dioda tersebut sudah rusak, karena dioda sendiri jika sudah pecah atau gosong mungkin diakibatkan karena adanya tegangan tinggi yang mengalir melebihi batas kemampuan dioda itu sendiri. Sebab dioda penyearah biasanya dibatasi dengan Arus dalam satuan Ampere tertentu. Namun sebenarnya jarang sekali dioda bisa sampai pecah, meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.
Cara Mengetahu Dioda Rusak dengan Multimeter
Jika anda memiliki Multimeter dirumah, ini justru akan jadi lebih mudah karena alat ini mampu mengukur putus tidaknya suatu penghantar dengan ohm meter. Namun sebelum itu anda harus tahu yang mana pin Anoda dan yang mana pin Katoda, lihat gambar dibawah ini. Basanya Katoda yang ada warna putihnya jika dilihat secara fisik.
Mengukur Dioda Penyearah
  • Pertama copot dulu dioda jika masih menempel pada PCB rangkaian, 
  • Kemudian arahkan saklar selector pada ohm meter, 
  • Setelah itu tempelkan ujung pencolok merah pada kaki anoda dan yang hitam pada kaki katoda, 
  • Jihat pada multimeter maka jarum tidak boleh bergerak, 
  • Jika bergerak berarti Dioda sudah short, 
  • Kemudian coba dibalik anoda dengan colok hitam 
  • Sedangkan katoda dengan pencolok merah. maka jarum harus bergerak, 
  • Jika tidak berarti dioda sudah putus atau rusak.
Mengukur LED

Pertama arahkan saklar selektor Multimeter pada x1 ohm. Hubungkan ujung colok merah multimeter dengan kaki Katoda (biasanya lebih pendek) dan hubungkan colok hitam pada kaki anoda maka Lampu Led akan menyala, Jika tidak berarti LED sudah rusak. Jika tidak tahu mana anoda dan katodanya bolak balik saja, dan pastikan salah satunya bisa menyala.
Demikian cara mudah untuk mengetahui Dioda yang rusak, jadi mudah-mudahan bisa membantu kegelisahan anda selama ini, hehe. karena tidak sulit untuk mengetahui kerusakan pada dioda, jika anda sudah tahu caranya. Untuk itu sering-sering mampir dimari ya

Power supply sederhana

Setiap rangkaian elektronika yang membutuhkan energi listrik tentu ada power supplynya seperti TV, DVD Player, Komputer, Amplifier dan sebagainya. Untuk itu pada kesempatan kali ini masputz.com akan share skema rangkaian adaptor sederhana.

Sebenarnya banyak sekali model power supply ini. Akan tetapi sebagai pemula seperti saya tentu kalau mau bikin ya dimulai dari dasar dulu. Meski sederhana tetapi sudah bisa kita gunakan untuk mencatu daya rangkaian seperti lampu flip-flop, lampu hias, rangkaian sirine dan sebagainya. Nah berikut ini adalah contoh skema rangkaiannya.
Baca Juga Cara mengukur tegangan DC pada rangkaian elektronika

1. Skema Power supply Sederhana


Daftar Komponen
  • Transformator
  • Dioda 4 buah atau Dioda Bridge
  • Elco ( Electrolit Condensator ) 1000uF/16V

Contoh penyambungan power supply 12 Volt DC

 2. Skema Power Supply CT

Daftar Komponen
  • Transformator  CT
  • Dioda 4 buah atau Dioda Bridge
  • Elco ( Electrolit Condensator ) minimal 2 buah

 Contoh Penyambungan Dengan Trafo CT

Sebenarnya untuk ukuran elco dan dioda kita sesuaikan saja dengan Trafo dan tegangan output yang diinginkan. Oleh sebab itu jika kita ingin membuat adaptor tegangan dibawah 12V kita bisa gunakan elco 16V, sedangkan mengenai besar mirofarad sebaiknya diatas 1000uF, artinya semakin besar semakin baik. Jika tegangan out 15 - 20V kita bisa gunakan elco 25V begitu juga seterusnya. yang penting besar tegangan elco jangan sama atau dibawahnya tegangan out adaptor. Selanjutnya untuk dioda kita bisa pilih jenis silikon dan kita sesuaikan dengan Ampere trafo. Semakin besar transformator semakin besar juga dioda yang kita pasang.
Pada gambar skema diatas terdiri dari dua jenis trafo. Yang pertama adalah trafo biasa 0 - 12V, sedangkan yang kedua adalah Trafo CT yang menghasilkan + , 0 , - . Sehingga ada 3 tegangan keluar. Biasanya digunakan untuk mensupply amplifier OCL.  Semoga bermanfaat dan jangan lupa lihat juga Tips Membuat Power Suppy High Power Amplifier

fungsi dioda

Fungsi Dioda

Advertisement
Fungsi Dioda sangat penting didalam rangkaian elektronika. Karena dioda adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari penyambung P-N. Dioda merupakan gabungan dari dua kata elektroda, yaitu anoda dan katoda. Sifat lain dari dioda adalah menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada aliran tegangan balik. Selain itu, masih banyak lagi fungsi dioda lainnya, sebagai berikut :
  • Sebagai penyearah untuk komponen dioda bridge.
  • Sebagai penstabil tegangan pada komponen dioda zener.
  • Sebagai pengaman atau sekering.
  • Sebagai pemangkas atau pembuang level sinyal yang ada di atas atau bawah tegangan tertentu pada rangkaian clipper.
  • Sebagai penambah komponen DC didalam sinyal AC pada rangkaian clamper.
  • Sebagai pengganda tegangan.
  • Sebagai indikator untuk rangkaian LED (Light Emiting Diode).
  • Dapat digunakan sebagai sensor panas pada aplikasi rangkaian power amplifier.
  • Sebagai sensor cahaya pada komponen dioda photo.
  • Sebagai rangkaian VCO (Voltage Controlled Oscilator) pada komponen dioda varactor.
Secara keseluruhan dioda dapat kita contohkan sebagai katup, dimana katup tersebut akan terbuka pada saat air mengalir dari belakang menuju ke depan. Sedangkan katup akan menutup apabila ada dorongan aliran air dari depan katub. Simbol dioda digambarkan dengan anak panah yang diujungnya terdapat garis yang melintang. Cara kerja dioda dapat kita lihat dari simbolnya. Karena pada pangkal anak panah disebut sebagai anoda (P) dan pada ujung anak panah dapat disebut sebagai katoda (N).

Gambar Tentang Fungsi Dioda

Fungsi Dioda
Pada umumnya, dioda terbuat dari bahan silikon yang sudah dibekali tegangan pemicu. Tegangan pemicu ini sangat diperlukan agar elektron bisa langsung mengisi hole melalui area depletin layer. Didalam komponen dioda tidak akan terjadi pemindahan elekrton hole dari P ke N maupun sebaliknya. Itu di sebabkan hole dan elektron akan tertarik ke arah kutub yang berlawanan. Bahkan lapisan depletion layer semakin besar dan menghalangi terjadinya arus.

Top  blogs

cara keja dioda

Cara Kerja Dioda


Cara Kerja DiodaCara Kerja Dioda merupakan prinsip dan langkah-langkah dioda dapat bekerja sebagai pendukung komponen perangkat elektronik. Dengan merupakan salah satu dari rangkaian pembentuk perangkat elektronik yang bersifat aktif. Dikatakan bersifat aktif ini karena dioda dapat bekerja dengan adanya muatan listrik yang melewati komponen-komponennya. Pada era modern ini, banyak sekali perangkat elektronik yang membutuhkan dioda sebagai salah satu komponennya. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan berbagai perangkat elektronik dengan penggunaan dioda sebagai komponen pendukungnya. Seperti televisi, amplifier, radio, lampu, AC, lemari es, dan perangkat-perangkat lainnya. Semua alat elektronik diatas menggunakan dioda karena dioda dapat memaksimalkan arus listrik bolak-balik sehingga bisa meningkatkan kinerja pada peralatan tersebut. Pada dioda selalu ada dua hal yang terkait, yakni katoda (+) dan anoda (-) yang saling berlawanan dan dilambangkan dengan panah yang menggambarkan ujung negative atau anoda, sedangkan lambang huruf ‘T’ terbaring untuk simbol sisi positif atau katoda pada dioda.

Contoh Sistem Cara Kerja Dioda


Fungsi utama dari dioda sebagai penyearah arus ini pada dasarnya memiliki bahan penyusun yang hampir sama dengan transistor. Tapi, fungsi serta cara kerja dioda tentu sangat jauh berbeda. Karena dengan dipasangnya dioda, akan memberikan arus yang semula bergerak secara bolak-balik akan memiliki satu trek saja, jika dirumuskan, dioda ini mengubah arus AC menjadi arus DC. Penggunaan dioda untuk pembentukan satu arah arus listrik ini tidak akan berfungsi jika terjadi kesalahan dalam pemasangan dioda. Untuk itu, anda harus memasang rangkaian dengan benar agar fungsi dioda bisa sesuai dengan harapan. Untuk memasang dioda dalam sebuah rangkaian agar bisa menyearahkan arus listrik, harus diketahui terlebih dahulu bentuk apa dari perangkat elektronik yang akan menggunakan dioda.
Baru setelah itu, dioda dapat terpasang. Prinsip kerja dari dioda sendiri bermula dari adanya dua arus listrik yang bermuatan negatif dan positif. Dari dua arus ini bergerak ini dioda harus mampu mengubahnya menjadi satu arah saja dengan teknik bias. Dengan begini, arus listrik bisa menjadi searah. Pada rangkaian dioda sendiri, memiliki ujung dengan gelang berwarna putih dan pada ujung lainnya memiliki gelang hitam. Keduanya adalah sambungan dengan satu output dan input. Sehingga, dioda tidak akan bekerja jika sambungan ini terbalik. Tapi, bagi anda yang telah bekerja di dunia elektro sejak lama, tentu tidak akan kesusahan membedakan mana sisi output dan input dari dioda. Bagi pekerja di bidang elektro, mengetahui betul bagaimana cara kerja dioda adalah sebuah kebutuhan.

pengertian dioda


Pengertian Dioda


Pengertian Dioda adalah komponen aktif yang memiliki dua kutub dan bersifat semikonduktor. Dioda juga bisa dialiri arus listrik ke satu arah dan menghambat arus dari arah sebaliknya. Dioda sebenarnya tidak memiliki karakter yang sempurna, melainkan memiliki karakter yang berhubungan dengan arus dan tegangan komplek yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi yang digunakan serta parameter penggunaannya.
Awal mulanya dioda adalah sebuah piranti kristal Cat’s Wahisker dan tabung hampa. Sedangkan pada saat ini, dioda sudah banyak dibuat dari bahan semikonduktor, contohnya : Silikon dan Germanium. Di karenakan pengembangannya yang dilakukan secara terpisah, dioda kristal (semikonduktor) lebih populer di bandingkan dengan dioda termionik. Dioda termionik pertama kali ditemukan oleh Frederick Guthrie pada tahun 1873, sedangkan dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti asal Jerman, Karl Ferdinand Braun.

Gambar Tentang Pengertian Dioda

Pengertian Dioda
Pengertian Dioda Termionik adalah piranti katub yang merupakan susunan elektroda di dalam sampul gelas. Bentuk pertama kali dari dioda termionik hampir sama dengan bola lampu pijar. Di dalam katub dioda termionik, arus listrik yang melalui filamen pemanas secara tidak langsung memanaskan katoda. Elektroda internal lainnya dilapisi dengan campuran barium dan strontium oksida yang merupakan oksida dari logam alkali tanah. Dari kegiatan tersebut menghasilkan pancaran termionik elektron ke ruang hampa. Walaupun demikian, elektron tidak dapat di pancarkan dengan mudah ke permukaan anoda yang tidak terpanasi ketika polaritas tegangan di balik.
Pengertian Dioda Semikondutor sebagian besar terdapat pada teknologi pertemuan P-N semikonduktor. Dioda P-N terdapat arus yang mengalir dari sisi Tipe-P (anoda) menuju sisi Tipe-N (katoda), akan tetapi tidak dapat mengalir ke arah sebaliknya. Dioda semikonduktor memiliki tipe lain yaitu dioda schottky yang di bentuk dari pertemuan antara logam dan semikonduktor sebagai ganti dari pertemuan P-N konvensional.

jenis jenis dioda

Jenis-Jenis Dioda dan Fungsinya

Advertisement
Jenis-Jenis Dioda terbagi menjadi beberapa bagian, mulai dari Light Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya) yang biasa disingkat LED, Diode Photo (Dioda Cahaya), Diode Varactor (Dioda Kapasitas), Diode Rectifier (Dioda Penyearah) dan yang terakhir adalah Diode Zener yang biasa disebut juga sebagai Voltage Regulation Diode. Semua jenis dioda ini memiliki fungsi yang berbeda-beda yang sesuai dengan nama dioda itu sendiri. Dioda disempurnakan oleh William Henry Eccles pada tahun 1919 dan mulai memperkenalkan istilah diode yang artinya dua jalur tersebut, walaupun sebelumnya sudah ada dioda kristal (semikonduktor) yang dikembangkan oleh peneliti asal Jerman yaitu Karl Ferdinan Braun pada tahun 1874, dan dioda termionik pada tahun 1873 yang dikembangkan lagi prinsip kerjanya oleh Frederic Gutherie.

Gambar Jenis-Jenis Dioda

Jenis-Jenis Dioda
Berikut ini adalah pengertian dari Jenis-Jenis Dioda :
Dioda Emisi CahayaLight Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya)
Dioda yang sering disingkat LED ini merupakan salah satu piranti elektronik yang menggabungkan dua unsur yaitu optik dan elektronik yang disebut juga sebagai Opteolotronic.dengan masing-masing elektrodanya berupa anoda (+) dan katroda (-), dioda jenis ini dikategorikan berdasarkan arah bias dan diameter cahaya yang dihasilkan, dan warna nya.
Dioda PhotoDiode Photo (Dioda Cahaya)
Dioda jenis ini merupakan dioda yang peka terhadap cahaya, yang bekerja pada pada daerah-daerah reverse tertentu sehingga arus cahaya tertentu saja yang dapat melewatinya, dioda ini biasa dibuat dengan menggunakan bahan dasar silikon dan geranium. Dioda cahaya saat ini banyak digunakan untuk alarm, pita data berlubang yang berguna sebagai sensor, dan alat pengukur cahaya (Lux Meter).
Diode VaractorDiode Varactor (Dioda Kapasitas)
Dioda jenis ini merupakan dioda yang unik, karena dioda ini memiliki kapasitas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya tegangan yang diberikan kepada dioda ini, contohnya jika tegangan yang diberikan besar, maka kapasitasnya akan menurun,berbanding terbalik jika diberikan tegangan yang rendah akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan dioda ini secara reverse. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai pengaturan suara pada televisi, dan pesawat penerima radio.
Diode RectifierDiode Rectifier (Dioda Penyearah)
Dioda jenis ini merupakan dioda penyearah arus atau tegangan yang diberikan, contohnya seperti arus berlawanan (AC) disearahkan sehingga menghasilkan arus searah (DC). Dioda jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas tegangan yang dimiliki.


Dioda ZenerDiode Zener
Dioda jenis ini merupakan dioda yang memiliki kegunaan sebagai penyelaras tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan, sesuai dengan kapasitas dari dioda tersebut, contohnya jika dioda tersebut memiliki kapasitas 5,1 V, maka jika tegangan yang diterima lebih besar dari kapasitasnya, maka tegangan yang dihasilkan akan tetap 5,1 tetapi jika tegangan yang diterima lebih kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1, dioda ini tetap mengeluarkan tegangan sesuai dengan inputnya.
Dapat disimpulkan bahwa Jenis-Jenis Dioda tersebut memiliki berbagai kegunaan tersendiri yang dapat memanipulasi berbagai tegangan yang masuk melalui dioda tersebut. Jenis-jenis Dioda diatas merupakan beberapa contoh jenis dioda yang saat ini sudah ada dan dikembangkan, masih banyak lagi contoh lain dari jenis dioda ini.